Rumah Adat di Indonesia yang Tahan Gempa

Posted By : 2018-08-15

Masih ada rumah anti gempa lainnya di Indonesia yang lebih unik. Bahkan jauh sebelum peradaban modern, rumah-rumah ini telah berdiri dengan kokohnya.

Apa saja itu?

?? Rumah Gadang
Rumah Gadang atau Rumah Godang adalah nama untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah tradisional dari Provinsi Sumatera Barat. Sejak dahulu, wilayah Minangkabau dikenal rawan gempa karena berada di pegunungan Bukit Barisan.
Memperhitungkan hal tersebut, akhirnya arsitektur Rumah Gadang juga didesain tahan gempa.

Seluruh tiang Rumah Gadang tidak ditanamkan ke dalam tanah, tetapi bertumpu ke atas batu datar yang kuat dan lebar. Sambungan setiap pertemuan tiang dan kasau (kaso) besar tidak memakai paku, melainkan pasak yang juga terbuat dari kayu. Ketika gempa terjadi Rumah Gadang akan bergeser secara fleksibel seperti menari di atas batu datar tempat tonggak atau tiang berdiri.

Begitu pula setiap sambungan yang dihubungkan oleh pasak kayu juga bergerak secara fleksibel, sehingga Rumah Gadang yang dibangun secara benar akan tahan terhadap gempa.

?? Omo Hada
Rumah adat Nias ini, dibangun di atas tiang-tiang kayu nibung yang tinggi, besar, dan beralaskan rumbia. Bangunan rumah panggung ini tidak berpondasi yang tertanam ke dalam tanah, serta sambungan antara kerangkanya tidak memakai paku, hingga membuatnya tahan goyangan gempa.

Ruangan dalam rumah adat ini terbagi dua, pada bagian depan untuk menerima tamu menginap serta bagian belakang untuk keluarga pemilik rumah. Kekuatan Omo Hada teruji saat terjadi gempa di Nias pada tahun 2010 silam. Dari sekian bangunan berpondasi modern, masih banyak rumah Omo Hada yang berdiri dengan posisi yang hanya sedikit bergeser.

Keren, ya! Padahal mesti diingat lagi, kalau rumah anti gempa yang satu ini memiliki bahan yang hampir seluruhnya didominasi kayu.